Sate Klopo Ondomohen, Sajian Legendaris Khas Surabaya
Di sudut-sudut Kota Pahlawan, aroma daging sapi yang dipanggang di atas bara selalu mengundang siapa pun yang lewat untuk berhenti sejenak. Sate Klopo Ondomohen menjadi salah satu penanda kuliner Surabaya yang sudah bertahan lintas generasi, dijajakan sejak malam hingga menjelang subuh di kawasan Peneleh. Nama "klopo" sendiri merujuk pada kelapa dalam bahasa Jawa, sedangkan Ondomohen adalah nama kampung tempat warung legendaris ini bermula.
Sajian ini menggabungkan potongan daging sapi, kuah santan kental, dan taburan parutan kelapa muda yang disiram di atas sate matang. Perpaduan gurih, manis, dan sedikit aroma gosong dari proses pembakaran menjadikan hidangan ini berbeda dari kebanyakan varian sate pada umumnya. Tidak heran bila banyak pelancong sengaja singgah hanya untuk mencicipi rasanya yang konstan terjaga dari tahun ke tahun.
Asal-Usul yang Melekat di Peneleh
Cerita mengenai Sate Klopo Ondomohen bermula dari sebuah warung sederhana di Jalan Peneleh, Surabaya, sekitar tahun 1940-an. Pendirinya ialah Mbah Ondomohen, seorang perantau yang menetap di kawasan tersebut dan membuka lapak sate dengan resep warisan keluarganya. Sejak saat itu, nama Ondomohen melekat kuat sebagai identitas sate klopo, bukan sekadar merek dagang biasa.
Tradisi menjajakan sate ini berlangsung sejak pukul tujuh malam hingga larut, berdekatan dengan area pemukiman warga. Suasana kampung yang tenang dengan obrolan ringan di antara pembeli menjadi ciri khas tersendiri. Seiring berjalannya waktu, warung ini berpindah pengelolaan ke generasi cucu, namun cita rasa yang dipertahankan masih mengacu pada racikan awal.
Kini, Sate Klopo Ondomohen lebih sering hadir di area Taman Bungkul dan beberapa titik keramaian kota saat akhir pekan. Pelanggan setianya datang bukan hanya dari Surabaya, melainkan juga dari luar daerah yang penasaran dengan kuliner viral ini. Sebuah catatan singkat tentang jadwal buka dan lokasi tersedia di portal acara kuliner Surabaya bagi siapa pun yang ingin merencanakan kunjungan.
Cita Rasa yang Berbeda dari Sate Lainnya
Keistimewaan utama sate ini terletak pada kuah santannya yang berwarna putih pekat dan terasa ringan di lidah, berbeda dengan kuah sate pada umumnya yang cenderung berminyak. Santan tersebut dimasak dengan campuran bawang merah, bawang putih, kemiri, dan sedikit gula merah untuk memberikan rasa manis alami yang seimbang. Aroma yang keluar begitu disajikan sering menjadi penanda bahwa suatu dapur sedang sibuk menyiapkan pesanan.
Daging sapinya dipilih dari bagian has dalam atau sandung lamur supaya tetap empuk saat dibakar dan mudah dikunyah. Setelah dibakar, daging disiram dengan kuah santan panas hingga meresap, kemudian ditaburi parutan kelapa muda yang masih segar. Sensasi hangat dari kuah, rasa gurih daging, dan aroma kelapa panggang menciptakan harmoni yang membuat siapa pun ingin menambah lagi.
Tak heran bila banyak kulinerwan menilai Sate Klopo Ondomohen sebagai simbol kekayaan rasa Nusantara yang berakar dari bahan-bahan sederhana. Setiap suapan membawa kehangatan yang seolah menyatukan unsur laut dan darat dalam satu tusuk.
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
Untuk membuat sekitar 15-20 tusuk sate, siapkan daging sapi has dalam sebanyak 500 gram yang dipotong dadu berukuran sedang. Siapkan pula 200 mililiter santan kental dari kelapa parut segar, 100 gram kelapa muda parut, serta bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, kemiri sangrai, ketumbar, dan garam secukupnya.
Bahan pelengkap terdiri atas kecap manis, sedikit perasan jeruk limau, dan air perasan dari setengah buah jeruk nipis. Tusuk sate dari bambu perlu direndam dalam air terlebih dahulu agar tidak mudah terbakar saat dipanggang. Siapkan pula arang atau bara api sebagai media bakar yang akan memberi aroma gosong lembut.
Apabila sulit menemukan daging sapi muda, bagian paha depan juga bisa menjadi alternatif dengan tekstur yang tetap lembut setelah dimarinasi. Kelapa muda sebaiknya dipilih dari kelapa setengah tua agar parutannya tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras saat disantap.
Langkah Membuat yang Bisa Dipraktikkan
Mulai dengan menghaluskan bumbu, kemudian tumis sebentar hingga harum dan berubah warna kecokelatan. Tuangkan santan kental, aduk perlahan sambil menambahkan garam serta sedikit merica, lalu masak dengan api kecil sampai kuah mengental dan berminyak tipis di permukaan. Aroma gurih yang muncul menandakan kuah sudah siap digunakan.
Sementara kuah mendidih, marinasi potongan daging sapi dengan sedikit kecap manis, bawang putih halus, dan perasan jeruk nipis selama minimal 30 menit di dalam wadah tertutup. Setelah itu, tusuk daging satu per satu pada tusukan bambu dengan pola zigzag agar lebih mudah matang merata.
Panggang sate di atas bara api sambil sesekali dioles sisa marinasi hingga permukaannya kecokelatan dan muncul aroma gosong yang harum. Tata sate matang di atas piring saji, siram dengan kuah santan panas secukupnya, dan taburkan parutan kelapa muda di atasnya. Sajikan selagi hangat agar rasa gurih santan tetap terasa optimal.
Sajian Pelengkap dan Tradisi Menikmatinya
Sate Klopo Ondomohen paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat, lontong, atau ketupat sebagai pendamping utama. Pelengkap lain seperti irisan bawang merah segar, sambal terasi, dan kerupuk udang dapat menambah variasi rasa dalam satu meja makan. Tidak sedikit pengunjung yang menambahkan sedikit perasan jeruk limau untuk memberikan rasa segar di akhir suapan.
Tradisi lain yang masih dijaga ialah menikmati sate ini pada malam hari, ditemani secangkir teh hangat atau kopi tubruk sederhana. Suasana tersebut seolah membawa siapa pun kembali ke masa-masa kampung yang lebih sederhana, ketika kuliner jalanan masih menjadi ruang bertemu lintas generasi.
Yang paling layak untuk diingat ialah keunikan sate ini tidak semata-mata pada daging atau bumbunya, melainkan pada teknik penyajian kuah santan yang disiram langsung di atas sate matang sesaat sebelum dihidangkan. Detail kecil itulah yang membuat citaranya bertahan dari generasi ke generasi dan selalu dicari oleh siapa pun yang ingin merasakan Surabaya dalam satu suapan.